Tuhan Bekerja dan Saya pun di Raja Ampat (part 2)

Hari ke-2…..

I can say that this is the main day of our Raja Ampat trip. Sekitar pukul 07.00 kami meninggalkan homestay. Hari ini kami merencanakan beberapa titik wisata. Yang pertama Piaynemo. Dari homestay kami, pulau ini ditempuh dengan 2 jam perjalanan. Piaynemo dikenal juga dengan sebutan Mini Wayag. Wayag adalah salah satu bagian dari Kepulauan Raja Ampat yang paling terkenal. Piaynemo ini bentuknya memang menyerupai Wayag cuma dengan lingkup areal yang lebih kecil. Untuk masuk ke Piaynemo, kami dikenakan biaya Rp. 10.000 per orang. Speedboat kami merapat di darmaga Piaynamo homestay. Ternyata speedboat kami yang paling duluan merapat. Disusul satu boat yang isinya seorang turis Eropa dan beberapa guidenya. How lucky we were. It’s mean there’s a lot of space to take the photograph and enjoy Piaynemo for our little group.

Darmaga Piaynemo

Darmaga Piaynemo

Kami berjalan menyusuri darmaga menuju ke arah puncak Piaynemo. Tracking menuju puncak dimudahkan dengan fasilitas anak tangga yang katanya berjumlah ratusan. Walaupun sudah dilengkapi anak tangga, karena fisik menciut gegara gak pernah olahraga, sampai puncak pun ngos-ngosan juga rasanya hehehe.

Tracking track

Tracking track

Tapi sesampai di puncak, apa yang didapat rasanya sepadan. Akhirnya terlihatlah pemandangan yang selama ini cuma bisa dirasa-rasa lewat foto-foto orang. Capek siih, tapi worth it lah dapat pemandangan yang Alhamdulillah banget dikasi kesempatan buat menikmatinya.

Piaynemo

Piaynemo

Laguna Bintang

Laguna Bintang

20150122_100006Setelah puas menikmati Piaynemo (well, gak sampe puas sih soalnya 30 menit kemudian datang rombongan besar turis China dan Jepang yaang membuat kami mau gak mau lebih memilih bergeser ke tempat yang lebih tenang hahaha), kami melanjutkan perjalanan ke situs selanjutnya Kampung Wisata Arborek.

Darmaga Kampung Arborek

Darmaga Kampung Arborek

Pulau Arborek merupakan salah satu pulau berpenghuni di Raja Ampat. Di sini aktifitas warganya kebanyakan membuat kerajinan. Sayang sekali untuk kesempatan kali ini kami tidak masuk ke dalam kampung untuk melihat aktifitas warga. Dari darmaga, kami melihat kampung sepi seakan tidak ada aktifitas, jadi ingin masuk pun rasanya enggan. Kami makan siang di darmaga. Setelah itu bermain air di sekitar darmaga. Kampung Arborek ini menjadi salah satu best spot untuk snorkling dan diving. Dari atas darmaga saja kami sudah bisa melihat terumbu-terumbu karang yang cantik dan bintang laut juga ikan-ikan yang asik seliweran. Apa kabar kalo langsung nyemplung kan? hehe.

See those little fishes!

See those little fishes!

Beberapa teman menikmati snorkling. Saya sendiri belum berani turun main air di site ini. Hanya berani memandangi dari atas padahal persiapan mental sudah dilakukan sejak awal keberangkatan. Tapi pas ketemu air dalam, walaupun jernih ternyata jiper juga. Hahaha. Di site ini arus laut cukup deras, jadi guide kami mengingatkan untuk berhati-hati saat snorkling. Karena dengan arus yang deras, kadang kita tidak sadar terbawa arus cukup jauh Tidak jauh dari darmaga Kampung Arborek, ada sekelompok wisatawan asing dengan perlengkapan diving akan melakukan diving. Beberapa lainnya ikut snorkling di sekitar tempat kami berlabuh.

Darmaga Raja Ampat Dive Lodge

Darmaga Raja Ampat Dive Lodge

Site berikutnya yang kami kunjungi adalah Raja Ampat Dive Lodge. Meskipun cottage ini private, tapi kami ternyata boleh menikmati pantainya yang cantik. Cottage ini cukup mewah, kata guide kami kebanyakan yang nginap di sini turis-turis dari Eropa. Menginap semalam pun budgetnya bisa jutaan. Kalo turis lokal sih kayaknya masih sayang yaa menghabiskan budget menginap sampai jutaan hehe. Di cottage ini kami juga melihat dengan jelas banyak terumbu karang di bawah bangunan darmaga karena jernihnya airnya. Masuk ke dalam area cottage kami sudah di sambut oleh pantai yang pasirnya putih dan halus. Matahari yang terik tidak menghalangi kami bermain di pantai. Its time for sun bathing. Yeeay!

P1090281

I got this coral picture under the dramaga.

I got this coral picture under the dramaga.

P1090280

Sea, sun, and sand.

P1090271

Beranjak dari Dive Lodge Raja Ampat kami menuju ke area dekat homestay yaitu Desa Yenbuba. Desa Yenbuba ini masih masuk dalam Pulau Manswar cuma pulaunya berseberangan. Desa Yenbuba berada di pulau kecil sebelah pulau Manswar besar. Di siang hari saat air laut sedang surut, pulau ini dipisahkan oleh hamparan pasir serupa pasir timbul. Jadi kami berjalan menuju Desa Yenbuba mengarungi (duileh “mengarungi” hahaha) lautan yang dalamnya cuma sebetis. Sesampai di ujung pulau, saya pun memberanikan diri snorkling. Di sini arusnya jauh lebih tenang dibanding Kampung Arborek. Di kawal uncle Arnold (guide kami) saya mulai snorkling di tempat yang cetek (cuma sepinggang airnya). Pertama kali nyobain snorkling daaan mempraktekkan latihan berenang selama ini hahaha. What i can say. It is superb amazing view that i ever see. Tapi makin ke sana kok yaa makin serem yaa karena perairannya makin dalam. Buuut, i encourage my self. I have to go through this fear. This is the momentum. Jadi di tengah deg-deg serr takut kelelep, baca jampi-jampi dalam hati, daan sekaligus senang bisa berenang dengan ikan-ikan warna-warni, lihat terumbu karang yang beraneka ragam bentuk dan warna. Snorkling sekitar setengah jam, saya akhirnya berhasil mencapai tiang darmaga pulau sebelah. Fiuhhh!. But after that, sama sekali gak berani ngelepasin pegangan tangan dari tiang karena airnya jadi semakiin dalaaaam dan dalaaaam.

P1090321

Yang lain renang, eike mah pegangan aja di tiang. Takut nyungsep T.T

Yang lain renang, eike mah pegangan aja di tiang. Takut nyungsep T.T

Temen-temen yang lain sih masih tetap “molo” bersama. Saya memilih diam sambil pegangan di tiang, menunggu boat kami merapat di darmaga sambil sesekali nyemplungin kepala buat ngeliat pemandangan bawah lautnya. Selesai snorkling, kami kembali ke atas kapal. Banyak anak kecil yang menonton kami berenang. Mereka diminta Uncle Arnold mengambilkan buah-buahan. Dan dapatlah kami sekantong besar mangga hutan.

Next destination sekaligus, last destination kami kembali menuju Pasir Timbul. Bermain air dan foto-foto bersama. Tidak banyak waktu yang kami habiskan di Pasir Timbul kali ini, karena cuaca tiba-tiba berubah mendung. Jadi kami putuskan untuk kembali ke homestay. Rencana awal, malam ini kami masih menginap di Raja Ampat. Tapi karena sebagian besar lokasi menarik sudah selesai kami kunjungi hari ini, dalam rangka mengirit ongkos kami memutuskan untuk pulang kembali ke Waisai sore itu juga dan menginap di Waisai semalam. Dan akan menyeberang kembali dengan kapal cepat keesokan harinya. Perjalanan kami ditutup dengan sunset manis di tengah laut.

P1090350

As resume of my trip story at Raja Ampat i write some points that maybe useful for whoever reads this post :

  1. Kami ke Sorong menggunakan maskapai Garuda Indonesia (bukan karena gaya, tapi karna waktu memesan maskapai itu malah yang menyediakan lower fare dibanding maskapai lainnya) dengan memesan di Traveloka.
  2. Penerbangan ke Sorong biasanya transit di Manado, kebetulan pesawat kami transit malam dan berangkat lagi subuh hari sehingga kalau punya keluarga di Manado akan lebih baik menghubungi mereka untuk sekedar numpang istirahat atau mutar-mutar kota Manado sembali menunggu penerbangan. Jika tidak, di bandara ada minimart yang buka 24 jam. Tinggal belanja di sana dan ngomong ke mas-nya mau numpang transit. Its better if you have travelmate.
  3. What i regret most is, i didn’t prepare any documentation tools for these trip. Gak bawa kamera yang agak kece (ex. DSLR or Go Pro or underwater camera) bahkan gak kepikiran buat nyari kondom untuk kamera digital yang dibawa. So i can’t give you all the beauty of the scnenes that i saw there.
  4. Walaupun disediakan alat snorkle, tapi karena alatnya terbatas sebaiknya dari awal dibicarakan kepada penyedia layanan untuk menyediakan snorkle sesuai jumlah orang atau better you bring your own snorkle.
  5. Harusnya mah ke sini udah pinter diving T.T. Because you know, you’re gonna miss much more amazing underwater view.
  6. All money i need to have this trip (exclude airplane ticket and cost i spent in Sorong) approximately IDR 1.300.000. YES. It very very cheap if you compare with another travel agent which budget at least IDR 2.500.000 per person. We spent IDR 5.000.000 for the speedboat while other normally get IDR 8.000.000. (that is what a friend of friend’s is for), we spent IDR 400.000 per person for the homestay while other normally get IDR 500.000. We didn’t spent anything in Waisai because we spent the night at our friend’s friend (who also own the boat 😀 )

For me this is like unreal trip. I have wish for such a long time to have this chance. Daan as usual, all you need to do is ask and just wait for the answer.

Seperti, membaca Partikel yang akhirnya membawa saya ke Taman Nasional Tanjung Puting. Memimpikan ke Bali dan akhirnya pekerjaan membawa saya ke Bali. Ingin ke Komodo dan akhirnya ada juga kesempatan main ke Taman Nasional Komodo. All begin with the WISH and BELIEF.

So, keep dream on. There’s so much place wait to be visit.

Sedikit Cerita tentang SORONG dan teman Ambon yang Menikah

Dengan alasan utama pengen jalan-jalan ke Raja Ampat dan alasan sampingan mau menghadiri pernikahan sahabat yang memang kampungnya di Sorong. 🙂 Kami berangkat dari Bogor menuju bandara Soekarno Hatta di tanggal 16 Januari 2014. Penerbangan pertama, Jakarta – Manado GA 606 boarding pukul 18.10 WIB sampai di Manado pukul 22.30 WITA. Flight ticketsTadinya ada kakak kelas yang niat jemput, tapi ternyata ohh ternyata si kakak kelas tidur, jadilah kami menikmati malam di bandara yang katanya Internasional tapi ternyata gak operasi 24 jam (emang ada aturan ya bandara internasional harus operasi 24 jam? hihihi). Beruntung, mas-mas Excelso mau mengantar kami ke minimart sebelah yang buka 24 jam. Bisa nge-charge handphone sambil nonton drama korea menunggu jadwal boarding berikutnya ke Sorong. Boarding ke Sorong dijadwalkan pukul 04.30 WITA. Bandara mulai ramai pukul 02.30 WITA, kami pun pamit dari minimarket, bersiap-siap untuk penerbangan selanjutnya. Proses check in beres, membersihkan diri dan touch up ala kadarnya daaan get ready for the next flight. Selfie on the airportPesawat dari Manado ke Sorong menggunakan jenis bombardir, ukurannya lebih kecil dari pesawat Boeing. Seat nya pun hanya berjumlah 25 pasang. Kami naik pesawat sesuai jadwal, tapi karena alasan teknis, penumpang disuruh kembali turun ke ruang tunggu, menunggu pesawat selesai diperbaiki. Theen, baru bener-bener berangkat menuju Sorong sekitar pukul 07.00 WITA. Perjanalan kurang lebih 1 jam 30 menit kami tiba di Bandar Udara Dominique Edward Osok.

First impression, PANAS and yeeeay! Another part of Papua sudah terinjak. Kali ini Papua Barat. Hehe

Jam 9 pagi tapi matahari sudah bersinar dengan teriknya serasa jam 12 siang di Indonesia bagian barat. Kami dijemput oleh calon pengantin dan segera meluncur ke rumah mempelai. Di Sorong, kami menginap di kompleks RRI Sorong.
Masuk ke rumah pengantin, dekorasi pelaminan ala bugis sudah menghiasi rumah. Katanya dipilih karena si calon suami orang bugis. Hari pernikahan jatuh tanggal 18 Januari 2015. Tidak ada acara spesial di malam pernikahan karena ternyata sudah diadakan beberapa hari sebelumnya. Saya dan partner jalan2 saya kali ini didaulat menjadi keluarga angkat mempelai lelaki. Acara pernikahan berlangsung hikmat. Resepsinya menggunakan pakaian pengantin bugis. Happy wedding untuk mbak Aswita Lewenussa dan kak Aswar… ♡♡♡♡♡. We wish you many many many blessing for your family..

image

Di malam hari, ada pesta pesta joged yang diadakan.. katanya kalo orang Ambon nikah selalu ada pesta joged. Musiknya gak mesti musik tradisional, dangdut koplo pun jadi.. tapi banyakan yang diputar musik2 bernuansa Ambon. Setiap tamu duduk melingkar di kursi-kursi yang telah disediakan. Saat musik mulai menghentak, satu orang akan mengawali jogednya kemudian menjemput orang selanjutnya yang akan diajak joged.. begitu seterusnya.. ada juga joged yang pesertanya serentak maju ke depan daaan mereka joged dengan gerakan yang sama. Mungkin acara joged2 ini ada lesnya juga supaya bisa inget pola2 gerakannya hehe. Yang lucu lagi ada beberapa pasang oma dan opa yang membawakan dansa waltz dan dansa yang entah apalah namanya. Acara joged ini bisa berlangsung sampai subuh. Karena sudah ngantuk dan lelah, kami undur diri sebelum acara selesai.

Ada satu sore yang kami habiskan berpetualang di kota Sorong. Mulai dari makan Baso Barokah sampai jalan-jalan ke pelosok kota. Ke Tembok Berlin menikmati seafood, ke pasar dan berekendara keliling kota. Baso Barokah is a must try kalo berkunjung ke kota Sorong. Basonya enak. Hehe. Sayangnya di Sorong kami tidak sempat mencicipi makanan asli sana. Tapi ibu (mamahnya mbak wita) sempat menyajikan pisang ashar. Pisang ashar ini sepertinya cemilan khas Ambon sih. Jadi itu semacam pisang raja yang belum terlalu matang. Dilapisi semacam nugget kacang dan ada aroma-aroma kayu manis dan cengkeh di setiap gigitannya. Yang khas di Sorong itu ada keripik tela. Dibuat dari semacam talas yang dibumbuin macem keripik beladonya orang padang. Kalo mau nyari oleh-oleh di Sorong bisa ke toko Kakanao, hmm nama jalannya lupa hihhihi. Disitu banyak kaos ato ukiran-ukiran ato gantungan kunci model etnis Papua. Harganya pun lumayan terjangkau. IDR 10.000 – 20.000 untuk gantungan kunci atau tempelan kulkas. Yang menyenangkan lainnya pas jalan ke Sorong itu pas masuk musim duriaan.. Jadi ada moment kita mampir makan durian sampe mabok di pinggir jalan. Duriannya bukan di jual di kios tapi di mobil bak terbuka. Menempuh perjalanan 2 hari langsung dari kebun-kebun duren di Manokwari. Endesslah pokoknya.

Daaan yang ditunggu-tunggu, teman mbak Wita datang dalam rangka membicarakan trip kita ke Raja Ampat.. Yihaaa..
See you on the next post. See the amazing Raja Ampat from my view.

image