Cooking is another getaway

This is Saturday…

Hari males dan hari yang akan sangat menyenangkan kalo cuman bisacook bergelung di kasur…

Tapi adakalanya bosen juga ternyata, ditambah kepala pening karena efek kelaparan sudah mengirimkan sinyal-sinyal meraung-raung ke otak…

So let me tell you a story about how I deal with cooking thing before a drwoned my self to never ending assignment this lately…

Waktu kecil, inget banget pas umur-umur masih SD kelas 1 apa kelas 2 gitu.. Gue belum tahu, kapan air yang dimasak di atas kompor dikatakan mendidih…

Mamz then told : kalo airnya udah banyak gelembung-gelembung naik, itu artinya udah mendidih..

Di sanalah gue, di depan kompor dengan berdiri di atas kursi menunggu air di panci berubah menjadi buih.. Well, kemudian akhirnya gue merasa bisa memasak air..

Pelajaran memasak pertama… Masak mi rebus sama goreng telor kalo gak salah… Makanan darurat yang gue rasa ada di setiap rumah tangga modern di Indonesia. Itu juga masih SD. Karena sering ditinggal Mamak dan Bapak bekerja, I used to cook to feed my self and my brothers. Bahkan ngedate di rumah dengan pacar pas jaman SMA pun gue empanin pake mie. Hehehe. Beruntunglah dia masih kasi komentar enak. Kalo komentarnya gak enak, kayaknya pas itu langsung gue putusin dah! hihi. Secara di date pertama udah cerewet aja. 😛

But then, masak kemudian menjadi salah satu aktivitas favorit gue… I love watch my mamz cook. Dan selalu pengen menyamai keahliannya dalam memasak, tapi sayangnya sampai sekarang belom bisa. I wish someday I could. To say that I fall into cooking-thing, its too early. Tapi dalam keadaan tertentu memasak menjadi kegiatan penghibur pelepas stress…
Mungkin someday, gue akan coba buka restoran kemudian mempengaruhi mamak gue buat jadi kokinya. |hmm well, durhaka banget, maksudnya mamak gue yang menentukan menu dan bahan2nya. Heheh|

Saat memasak you put many efforts into this thing. Mulai dari merencanakan mau masak apa, belanjanya, memilih-milih bahannya, sampai kemudian membersihkan bahan dan mulai meracik masakannya. Those things are enjoyable, for me. Dan makanya gue menganggap, gue mungkin termasuk salah satu korban konsep rumah tangga tradisional di mana mamak, opu dan tante-tante gue sudah mendoktrin sedari kecil bahwa a women meant to be wife then wife meant to be a chief who feed her family wholehearted *duileh bahasa gue* 😀 . But okay, I admit it.

I really enjoy cooking. Walopun sekarang sih gak rajin-rajin amat masaknya. Hari libur kalo lagi gak sibuk-sibuk amat dan lagi ngerasa pengen makan masakan sendiri gue memasak. As today, setelah lelah bergelung dengan selimut dan menamatkan satu novel didukung dengan lapar yang tidak biasa, gue bangun dan kemudian bergegas mandi, belanja, dan kemudian memasak. Masaknya gak perlu yang rumit-rumit macam coto makassar atau sop konro, cukup terong goreng bumbu kacang dan telor masak asam. Itu sudah cukup mengenyangkan buat gue seorang diri. 

So, I guess cooking is an alternative you should try to release you from stress, boredom, even an excessive anger. Its enough effective.

Advertisements